Arsip untuk Januari 3rd, 2009




buNga Cinta

BUNGA CINTA

Valentine merupakan salah satu peninggalan budaya kerajaan Romawi. Hari Valentine digunakan untuk mengenang Santo Valentine yang telah mengorbankan dirinya demi mempersatukan cinta. Saat itu Kaisar Claudius II melarang setiap pertunangan dan pernikahan tetapi Santo Valentine menikahkan pasangan-pasangan dari Romawi secara diam-diam. Ketika Kaisar mengtahui hal itu Santo Valentine disiksa dan dibunuh pada tanggal 14 Februari. Oleh karena itu, untuk mengenang jasa dan pengorbanannya, para pastor Romawi menentukan tanggal 14 Februari sebagai hari Santo Valentine atau sekarang dikenal dengan nama Hari Valentine. Pada pertengahan bulan Februari banyak orang sibuk mencari kado untuk kekasih atau untuk orang lain yang kita kasihi. Biasanya kado yang diberikan di hari Valentine adalah kartu ucapan, bunga, dan coklat. Pada saat Valentine bunga adalah pilihan tepat untuk mengungkapkan perasaan Anda, tak hanya melalui kata-kata namun warna bunga pun dapat berbicara. Setiap bunga memiliki arti. Berikut ini ada beberapa jenis bunga yang berkaitan dengan cinta….. kita sebut saja “bunga cinta”. Beberapa macam “bunga cinta”, antara lain:

  • Bunga gladiol berarti sedang patah hati.
  • Bunga iris atau lili berarti keinginan untuk memperbaiki hubungan. Lili putih melambangkan cinta sejati yang diliputi duka. Ini bisa digunakan untuk mengatakan “saya ingin lebih dari sekedar sahabatmu.” Ini juga berarti bahwa kamu sangat peduli dan siap sedia memberikan pertolongan.
  • Bunga anggrek berarti kesungguhan hati untuk member kasih sayang yang tulus dan abadi.
  • Bunga melati berarti kepercayaan pada pasangan.
  • Bunga kamboja berarti rasa sayang di balik keraguan.
  • Bunga tulip merah. Bila menerima tulip merah dari seseorang berarti Anda adalah “perfect lover” dalam hidupnya.
  • Bunga aster digunakan sebagai simbol cinta dan keindahan. Aster berwarna pink carnation diartikan “aku tidak akan melupakanmu”, sedangkan yang berwarna kuning berarti penolakan atau kekecewaan.
  • Bunga violet berarti tidak bisa kuterima cintamu.
  • Bunga gardenia atau bunga akasia berarti cinta yang terpendam (secret love) atau untuk menyatakan bahwa diam-diam kamu suka sama orang yang dituju, cinta suci, atau kecantikan.
  • Bunga bakung berguna untuk mengatakan “kamu adalah satu-satunya dalam hidupku” atau “kamu adalah orang paling special dalam hidupku”.
  • Bunga forget-me-not. Karangan bunga-bunga kecil berwarna biru ini mengungkapkan bahwa si pengirim menemukan “true love” pada dirimu. Bunga warna biru juga melambangkan perasaannya yang tenang bila berada di dekatmu.
  • Bunga mawar berarti aku cinta kamu.

Oleh karena itu, pada hari valentine bunga yang paling tepat untuk diberikan sebagai kado adalah Mawar atau Rose karena mawar berarti “I Love You”. Selain berdasarkan jenis dan warna, bunga-bunga tersebut juga memiliki arti berbeda bergantung pada kuantitas atau jumlahnya. Secara umum, artinya sebagai berikut:

  • 1 (satu) bunga berarti memikirkan
  • 3 (tiga) bunga berarti menghormati
  • 5 (lima) bunga berarti tertarik
  • 7 (tujuh) bunga berarti mencintai.

BUNGA GLADIOL

Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil, seperti bentuk daunnya. Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda. Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae, berakar serabut, dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu.

Hasil penelitian tahun 1988, Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah, (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama), yaitu: White godness (putih), Tradehorn (merah jingga), dan Priscilla (putih). Ragam jenis bunga gladiol adalah :

  1. Gladiolus gandavensis, berukuran besar, susunan bunga terlihat bertumpang tindih, panjang 90-150 cm.
  2. Gladiolus primulinus. berukuran kecil, sangat menarik. Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm.
  3. Gladiolus ramosus. Panjang tangkai bunga 100-300 cm.
  4. Gladiolus nanus. Tangkai bunga melengkung, dan panjang hanya 35 cm.

Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty, Priscilla, Oscar, Rose Supreme, Sanclere, Dr. Mansoer, Albino, Salem, Marah Api, Queen Occer, Ceker dan lain sebagainya. Sementara itu, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) telah menghasilkan empat varietas gladiol, yaitu, Dayang Sumbi , Kaifa , Clara , dan Nabila .

Bunga yang bisa tumbuh di ketinggian 600-1400 m dpl ini, mempunyai nilai ekonomis cukup baik. Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan ini mempunyai nama latin ”Gladius”, yang berarti ”pedang kecil”, bisa tumbuh dengan baik pada tanah ber-pH 5,8-6,5 dalam suhu 10-25 o C. Perbanyakan dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Tanaman ini sangat toleran pada berbagai struktur tanah, dari tanah yang ringan berpasir dengan berbahan organik rendah sampai tanah yang berat berlempung atau liat. Penanaman gladiol harus diusahakan pada lahan yang bukan bekas pertanaman gladiol atau keluarga dekatnya, seperti iris, ixia, freesia dan monbretia.

Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung), Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang). Gladiol diproduksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi dan memiliki nilai estetika. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional, agama, upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya. Gladiol merupakan salah satu bunga potong yang paling banyak dicari, baik untuk hiasan di gedung pesta atau di rumah huni. Tanaman gladiol akan berbunga sekitar 60-90 hari setelah tanam. Ukuran bunganya yang relatif besar membuatnya eye catching dan pantas dibeli. Gladiol juga kaya warna. Ada gladiol merah muda, putih bergaris ungu, oranye muda, oranye, kuning, gladiol dua warna, dan tentunya putih.

Namun, Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air (gladiol cepat layu). Meskipun begitu, kondisi tersebut masih dapat disiasati. Tentunya, teknik memanen yang benar juga harus diterapkan. Bunga potong sebaiknya tidak dipanen ketika mentari sedang terik tetapi dipanen sebelum matahari terbit atau menjelang petang. Saat memanen, batang bunga dipotong miring. Dengan begitu, tercipta penampang batang yang lebih luas untuk menyerap air. Panen bunga dapat dilakukan setelah kuntum 1 dan kuntum 2 bunga terbawah sudah menunjukkan warnanya, tetapi belum mekar. Bila panen dilakukan setelah mekar, bunga gladiol akan mudah rusak pada saat pengangkutan. Tetapi sebaliknya bila bunga dipanen terlalu awal, maka bunga tidak dapat mekar sempurna.

BUNGA LILI

Bunga Lili Pink = Romantis

Bunga lili adalah bunga yang berbentuk terompet. Pada umumnya berwarna putih, bunga Lili biasanya digunakan untuk mengamati pembelahan sel kromosom atau pertumbuhan buluh sari.

Bunga ini cukup indah, dan dapat dipakai untuk hiasan di taman, di dalam ruangan, dsb. Di Indonesia bunga lili belum begitu diketahui penggunaanya. Mungkin karena jarang ditemukan dan kurang diminati orang. Padahal menurut ahli biologi, bunga ini dapat menimbulkan kesan yang ramah, menandakan persahabatan sejati.

BUNGA ANGGREK

Bunga Anggrek = Kecantikan, Gadis cantik, di Cina dikenal sebagai simbol banyak anak

Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Menurut tempat tumbuhnya, ada 4 jenis anggrek yaitu: anggrek epifit (hidup menempel pada pohon yang menjadi inangnya tanpa merugikan inangnya), lithophytes (tumbuh pada batu-batuan), saprophyte (tumbuh pada humus dan daun kering), dan anggrek Terrestrial (hidup di tanah). Namun, kebanyakan anggrek hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan “berdaging” (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembab.

Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias serta vanili.

Bunga anggrek berbentuk khas dan menjadi penciri yang membedakannya dari anggota suku lain. Bunga-bunga anggrek tersusun majemuk, muncul dari tangkai bunga yang memanjang, muncul dari ketiak daun. Bunganya simetri bilateral. Helaian Kelopak bunga (sepal) biasanya berwarna mirip dengan mahkota bunga (sehingga disebut tepal). Satu helai mahkota bunga termodifikasi membentuk semacam “lidah” yang melindungi suatu struktur aksesoris yang membawa benang sari dan putik. Benang sari memiliki tangkai sangat pendek dengan dua kepala sari berbentuk cakram kecil (disebut “pollinia”) dan terlindung oleh struktur kecil yang harus dibuka oleh serangga penyerbuk (atau manusia untuk vanili) dan membawa serbuk sari ke mulut putik. Tanpa bantuan organisme penyerbuk, tidak akan terjadi penyerbukan.

Anggrek dikenal sebagai tanaman hias populer yang dimanfaatkan bunganya. Bunga anggrek sangat indah dan variasinya hampir tidak terbatas. Anggrek biasa dijual sebagai tanaman pot maupun sebagai bunga potong. Indonesia memiliki kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek epifit yang hidup di pohon-pohon hutan, dari Sumatera hingga Papua. Anggrek bulan adalah bunga pesona bangsa Indonesia. Anggrek juga menjadi bunga nasional Singapura dan Thailand.

Arti Bunga Anggrek:

Anggrek sering dipergunakan sebagai simbol dari rasa cinta, kemewahan, dan keindahan selama berabad-abad. Bangsa Yunani menggunakan anggrek sebagai simbol kejantanan, sementara bangsa Tiongkok pada jaman dahulu kala mempercayai bahwa anggrek sebagai tanaman yang mengeluarkan aroma harum dari tubuh Kaisar Tiongkok.

Pada pertengahan zaman, anggrek mempunyai peran penting dalam pengembangan tehnik pengobatan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Penggunaannya pun meluas sampai menjadi bahan ramu-ramuan dan bahkan sempat dipercaya sebagai bahan baku utama pembuatan ramuan ramuan cinta pada masa tertentu. Ketika anggrek muncul dalam mimpi seseorang, hal ini dipercaya sebagai simbol representasi dari kebutuhan yang mendalam akan kelembuatan, romantisme, dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Akhirnya, pada permulaan abad ke-18, kegiatan mengkoleksi anggrek mulai menjadi kegiatan yang banyak dilakukan di segala penjuru dunia, terutama karena keindahan tanaman ini.

Vanili ( Vanilla planifolia ) juga merupakan anggota suku anggrek-anggrekan. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya. Untuk menghasilkan buah, vanili harus “dikawinkan” oleh manusia, karena serangga penyerbuknya tidak mampu hidup di luar daerah asalnya, meskipun sekarang usaha-usaha ke arah pemanfaatan serangga mulai dilakukan.

Pembiakan Anggrek:

Anggrek dapat diperbanyak dengan cara :

  • Pembiakan generatif :
    Perbanyakan dengan biji buah yang telah masak.
    Masa masak buah anggrek sangat tergantung dari jenis anggreknya, dan iklim juga mempengaruhi kematangan buahnya. Pembiakan generatif ini memerlukan perlakuan yang khusus diantaranya biji harus steril dari hama dan penyakit.
  • Pembiakan vegetatif :
    Pembiakan dengan mengambil bagian tanaman induknya seperti :

    • Stek untuk jenis monopodial.
    • Memecah rumpun untuk jenis simpodial.
    • Keiki, yaitu anak tanaman yang tumbuh dari batang atas (dendrobium), atau tangkai bunga (phalaenopsis).
    • Kultur jaringan, yaitu mengambil sebagian jaringan tanaman untuk diperbanyak dengan melalui proses di laboratorium. Dengan cara ini bisa dihasilkan tanaman bebas virus meskipun tanaman induknya terjangkit.

Jenis-jenis Bunga Anggrek:

  • Cattleya: bunganya besar dan spektakuler, namun sulit dipelihara. Anggrek ini tumbuhnya memanjang ke atas.
  • Dendrobium : tanaman hias paling populer dari antara jenis-jenis anggrek. Anggrek ini tumbuh dengan membentuk rumpun dan mempunyai akar yang cukup banyak pada di setiap batang semunya yang panjang. Bunga muncul pada tunas ujung tetapi pada anggrek yang dewasa, bunga muncul pada ketiak daun. Jenis ini mulai berbunga pada umur 1,5 tahun. Contoh: Dendrobium crumenatum (anggrek merpati), Dendrobium secundum (anggrek sikat).
  • Grammatophylum : anggotanya termasuk anggrek Papua raksasa.
  • Oncidium : termasuk di dalamnya anggrek “golden shower”.
  • Phalaenopsis : kepopulerannya mendekati Dendrobium . Anggrek bulan ( Phalaenopsis amabilis ) adalah salah satu jenisnya. Tanaman ini tumbuh memanjang ke atas dan biasa dijuluki “butterfly orchid” karena bentuknya mirip kupu-kupu.
  • Spathyphyllum : anggrek tanah.
  • Vanda : biasanya sebagai bunga potong.
  • Coelogyne pandurata (nama lokalnya : anggrek hitam)
  • Grammatophylum speciosa (anggrek tebu).
  • Paphiopedilum javanicum

Anggrek merupakan salah satu dari sekian banyak tanaman hias yang tergolong langka. Saat ini banyak yang mencoba untuk menciptakan anggrek dengan varian terbaru dengan cara mengawin silangkan jenis anggrek yang satu dengan pohon anggrek yang lain. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendapatkan varian anggrek baru (anggrek hibrida) dengan bentuk yang cantik dan tahan lama.

Contoh nama anggrek hibrida :

  • Brassavola Little Stars.
  • Dendrobium Blue Sky.
  • Blc. Alma Kee (Brassolaeliocattleya : Brassavola, Laelia dan Cattleya).
  • Epc. Middleburg (Epicattleya : Epidendrum dan Cattleya).

Biasanya anggrek yang berdaun lebar lebih mudah berbunga daripada anggrek yang berdaun sempit. Namun, proses pembungaan lebih bergantung pada jenis anggrek dan bentuk fisik tanaman.

Anggrek mempunyai lebih banyak jenis (species) nya daripada keluarga tanaman bunga-bungaan lainnya. Para ahli tumbuh-tumbuhan berkeyakinan anggrek mempunyai lebih dari 25.000 species yang tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan kita kehilangan species yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa jumlahnya.

Indonesia terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang mempunyai lebih dari 4000 species anggrek yang tersebar di hampir semua pulau. Kalimantan, Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal didunia karena kekayaan anggreknya.


Genus yang banyak tumbuh meliputi : Vanda, Phalaenopsis, Paphiopedilum, Dendrobium, Coelogyne, Cymbidium, Bulbophyllum dll.

Anggrek yang terkenal dari Indonesia adalah “anggrek bulan” (Phalaenopsis amabilis) yang diangkat sebagai “Bunga Nasional” dan dijuluki “puspa pesona”, dan “anggrek kantung” (Paphiopedilum javanicum).

BUNGA MELATI

Melati / melur (jasmine) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Bentuk daun pokok ini nampak ringkas dan muda, bercabang tiga, sedikit berlilin dan warna hijau tua. Satu bunga melur memiliki 5 hingga 6 kelopak. Bau bunga ini kuat dan harum. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai simbol nasional Indonesia yaitu melati putih (Jasminum sambac) karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Jenis lain yang juga populer adalah gambir (J. officinale). Melati memiliki sekitar 200 jenis, di antaranya:

  • Jasminum angulare
  • Jasminum angustifolium
  • Jasminum auriculatum
  • Jasminum azoricum
  • Jasminum beesianum
  • Jasminum dichotomum – Gold Coast Jasmine
  • Jasminum floridum
  • Jasminum fluminense – African Jasmine
  • Jasminum fruticans
  • Jasminum humile – Yellow Jasmine (melati kuning)
  • Jasminum grandiflorum – melati Spanyol
  • Jasminum mesnyi
  • Primrose Jasmine (Jasminum primulinum, melati Primrose,melur kuning cair)
  • Jasminum molle – Melur india jui
  • Jasminum multiflorum – Star Jasmine/melati bintang. Jasminum multiflorum Andr. (melati hutan: gambir, poncosudo, J. pubescens Willd.)
  • Jasminum nitidum – Shining Jasmine (melur berkilat) -
  • Jasminum nudiflorum – Winter Jasmine (melati musim dingin)
  • Jasminum officinale – gambir ((melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. floribundum = Jasmine grandiflorum. Perdu setinggi 1,5 meter.)
  • Jasminum parkeri Dunn.(melati pot)
  • Jasminum polyanthum (melati merah jambu)
  • Jasminum pubescens
  • Jasminum rex- Melati Raja King Jasmine
  • Jasminum sambac – melati Arab. Jasminum sambac Air (melati putih) merupakan puspa bangsa Indonesia.
  • Jasminum revolutum Sims. (Melati Italia) – Jasminum simplicifolium (Melati Australia, J. volibile, melati Bintang). Ini merupakan melati hibrida dengan bunga berwarna merah muda dan harum.

Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau Oleaceae. Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain:

  • Jasminum sambac (Melati Putih), antara lain varietas: ‘Maid of Orleans’, ‘Grand Duke of Tuscany’, menur dan ‘Rose Pikeke’
  • Jasminum multiflorum (‘Star Jasmine’)
  • Jasminum officinale (gambir).

Manfaat Melati:

Kebanyakan penganut Hindu akan memberi kalungan bunga melati sebagai tanda pemberian dan pengorbanan diri kepada tuhan-tuhan mereka. Bunga-bunga ini akan dijadikan satu bentuk kalungan dan kemudiannya dikalungkan pada berhala mereka. Selain itu, bunga melati juga bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. Di China, bunga melati disatukan untuk dijadikan teh herbal. Melur jenis jasminum sambac, selalu digunakan sebagai pengharum teh hijau dan terkadang untuk teh Oolong. Penggunaan teh Melur sesuai dipasangkan dengan makanan pedas. Melati mengandung zat-zat bensil, livatilasetat, dan indol. Berkhasiat untuk mengurangi produksi ASI, mengobati sakit mata, bengkak akibat sengatan lebah, demam, sakit kepala, sesak napas, dan jerawat.

  • Ramuan untuk mengurangi produksi ASI, tumbuk satu genggam daun melati sampai halus. Tempelkan di sekitar payudara setiap pagi sebelum mandi.
  • Ramuan untuk mata merah atau bengkak, tumbuk satu genggam daun melati hingga halus. Tempelkan pada dahi. Bila sudah kering, ganti dengan bahan ramuan yang baru.
  • Ramuan untuk bengkak akibat sengatan lebah, remas-remas satu genggam bunga melati sampai halus. Tempelkan pada bagian yang terkena sengatan lebah.
  • Ramuan untuk demam dan sakit kepala, satu genggam daun melati dan 10 bunga melati diremas-remas dengan tangan, lalu rendam dalam air secukupnya. Air rendaman digunakan untuk mengompres dahi.
  • Ramuan untuk sesak napas, rebus 10 lembar daun melati dalam tiga gelas air sampai mendidih dan tersisa dua gelas. Setelah dingin, air rebusan disaring. Tambahkan sedikit garam. Minum dua kali sehari, pagi dan sore sebanyak 1/2 gelas.
  • Ramuan untuk jerawat, tumbuk 20 kuncup melati, 2 potong asam jawa yang lama dengan panjang 80 cm, belerang sebesar telur cecak hingga halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan pada muka dua kali sehari.

Arti Bunga Melati:

Secara umum, bunga melati diartikan sebagai keramahan. Oleh karena itu, pada tahun 1937, Filipina menjadikan melati jenis jasminum sambac sebagai bunga kebangsaan dan Indonesia pada tahun 1990. Di Thailand bunga melati melambangkan keibuan. Selain itu, bunga melati juga dapat digunakan untuk menunjukkan / melambangkan kepercayaan pada pasangan.

BUNGA KAMBOJA

Banyak orang mengira bunga kamboja berasal negara Kamboja. Dugaan ini keliru karena ternyata tanaman ini berasal dari daratan Amerika Tengah. Kamboja (Plumeria SP) ditemukan Charles Plumier (1646-1706), botanis asal Perancis. Untuk mengingat sang penemu, nama belakang charles Plumier diabadikan menjadi nama latin bunga ini.

Di Indonesia bunga kamboja identik dengan pusara karena di sebagian besar wilayah Indonesia bunga Kamboja menghiasi kuburan. Di Indonesia pada tahun 60an ada lagu berjudul “Dibawah Pohon Kamboja”, yaitu di era Oslan Husein, Ony Suriono, Bing Selamet. Saat itu lagu ini sangat populer, kalau tak salah liriknya antara lain demikian:  “Di Negara Kamboja memang banyak tumbuh bunga Kamboja, dari Bandara Phnom Penh menuju pusat kota, sepanjang jalan berjejer rapi bunga Kamboja, pohon yang batangnya bergetah berbunga putih berkelopak lima ini, ternyata menjadi bunga istimewa di Kamboja.” Bagi orang Kamboja: bunga Kamboja adalah bunga raja. di Negara Kamboja tanaman ini menjadi pohon hias di tengah kota, indah tertata. Di Bali – Indonesia banyak tumbuh bunga Kamboja di tengah kota, pohon dan bunganya mirip dengan bunga Kamboja dari Negara Kamboja. Namun, orang-orang di Bali sering mencari bunga Kamboja yang berkelopak enam karena kabarnya ini dapat mendatangkan rezeki.

Kamboja sangat cantik sebagai elemen taman. Banyak area taman publik, perkantoran dan halaman rumah menjadi asri dengan kehadiran bunga ini. Sosok keseluruhan tanaman ini sangat eksotis dengan bentuk batang yang sangat artistik dan dekoratif. Sebetulnya, kamboja termasuk tanaman sekulen (banyak mengandung air). Pohonnya bisa bertahan hidup hingga puluhan tahun dan mencapai tinggi 7-10 meter. Daunnya berwarna hijau dengan urat daun jelas terlihat. Bisa dibilang, kamboja dapat berbunga sepanjang tahun. Bahkan, pada bulan-bulan tertentu kamboja berbunga banyak. Tangkai bunga muncul dari ujung batang, pada setiap tangkai bunga bisa dijumpai puluhan kuntum bunga. Biasanya, kamboja berbunga serentak, namun ada jenis tertentu yang bergantian. Bunga Kamboja berwarna cerah dan berukuran besar dengan 5 kelopak bunga. Bentuknya seperti terompet dan muncul bergerombol.

Umumnya, kamboja mudah berkembang-biak. Bisa dengan penyemaian biji atau stek batang. Tanaman ini juga bisa tumbuh di dataran tinggi dan rendah. Satu hal yang perlu diperhatikan, kamboja termasuk tanaman sekulen yang sering kekurangan air. Namun, bila kelebihan air batangnya menjadi busuk karena virus. Kamboja juga suka sinar matahari sepanjang hari, jadi tanamlah di area terbuka. Untuk media tanam, sebaiknya gunakan media porus (tidak mengikat air). Misalnya, tanah kebun, pasir kasar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Siram secukupnya 2 kali dalam seminggu. Selain ditanam di lahan terbuka, kamboja juga terlihat cantik bila ditanam dalam pot. Pot dari semen cor ukuran besar paling cocok untuk kamboja. Hindari pot plastik karena lembab dan sistem drainasenya kurang baik.

Agar tampil prima, beri pupuk NPK setiap enam bulan sekali. Tanaman ini jarang terserang penyakit. Ulat dan belalang pengerat tak menyukai daun dan batangnya yang bergetah. Yang sering kita jumpai justru daun layu akibat serangan kutu dan virus daun. Hindari penyakit layu daun dengan menjaga kebersihan media dan lakukan penyemprotan fungisida dan insektisida secara berkala.

Selain cantik dipandang, kamboja juga menyimpan sejuta manfaat. Getah putih yang terdapat di seluruh bagian tanaman mengandung fuvoplumierin. Zat ini dipercaya dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Bunganya yang cantik bermanfaat sebagai obat turun panas, batuk melancarkan air seni dan buang air besar. Senyawa lain, seperti plumerid yang terdapat dalam kulit batang dapat menyembuhkan tumit pecah-pecah. Satu hal yang perlu diperhatikan, hindari getah kamboja dari mulut dan mata. Zat aktif yang terkandung di dalamnya dapat membuat gigi rontok dan merusak mata.

BUNGA TULIP

Tulip (Tulipa) merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip berasal dari Asia Tengah dan tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir, pegunungan Hindu Kush, dan stepa di Kazakhstan. Negeri Belanda terkenal sebagai negeri bunga tulip. BUNGA tulip dipercayai berasal dari Turki dan hanya dibawa masuk ke Belanda pada kurun ke-17 dan sejak itu tulip diangkat menjadi bunga resmi negara itu. Bunga ini pertama kali dibawa masuk ke Belanda sekitar tahun 1590-an oleh Carolus Clusius, Biologis dari Wina yang menjadi direktur Hortus Botanicus di Leiden. Ia memperoleh Tulip dari Augier Ghislain de Busbecq, temannya yang menjabat sebagai duta Austria di Constantinopel. Sejak itu mulailah orang berlomba-lomba memiliki Tulip, yang namanya diambil dari bahasa Turki untuk Tulban karena bentuknya menyerupai Tulban. Tulip juga merupakan bunga nasional Iran dan Turki.

Di Malaysia, bunga tulip yang banyak ditanam di Belanda hidup subur dan berbunga di atas puncak Bukit Larut, Perak pada ketinggian 1,200 meter dari paras laut. Tulipa ‘Christmas Dream’ Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar terdiri atas 6 helai daun mahkota. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, atau berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji yang berbentuk bundar pipih dan dibungkus kapsul kering. Ada sekitar seratus jenis tulip yang sering ditanam di kebun. Jika dilihat dari daun mahkotanya, bunga tulip ada yang memiliki daun mahkota tidak terbuka sewaktu mekar (masih seperti menguncup), daun mahkota yang terbuka lebar sewaktu mekar, pinggiran daun mahkota yang melengkung, dan pinggiran daun mahkota yang runcing.

Jenis-jenis Bunga Tulip:

• Tulip bakeri • Tulip biflora • Tulip borszczowii • Tulip acuminate • Tulip agenensis • Tulip armena • Tulip aucheriana • Tulip gesneriana • Tulip hoogiana • Tulip batalinii • Tulip butkovii • Tulip carinata • Tulip cretica • Tulip cypria • Tulip humilis • Tulip iliensis • Tulip ingens • Tulip Julia • Tulip kaufmanniana • Tulip kolpakowskiana • Tulip kurdica • Tulip goulimyi • Tulip greigii • Tulip grengiolensis • Tulip heterophylla • Tulip kuschkensis • Tulip lanata • Tulip lehmanniana • Tulip linifolia • Tulip marjolettii • Tulip platystigma • Tulip Montana • Tulip sharonensis • Tulip sprengeri • Tulip systole • Tulip tarda • Tulip tetraphylla • Tulip tschimganica • Tulip tubergeniana • Tulip turkestanica • Tulip stapfii • Tulip subpraestans • Tulip sylvestris • Tulip undulatifolia • Tulip urumiensis • Tulip violacea • Tulip whittalli • Tulip urumoffii • Tulip dasystemon • Tulip didieri • Tulip dubia • Tulip celsiana • Tulip clusiana • Tulip edulis • Tulip ferganica • Tulip orphanidea • Tulip ostrowskiana • Tulip polychrome • Tulip praecox • Tulip praestans • Tulip primulina • Tulip pulchella • Tulip retroflexa • Tulip saxatilis • Tulip Mauritania • Tulip Micheliana

Tulip hanya bisa ditanam di tempat yang teduh (tidak cocok untuk wilayah tropis seperti Indonesia) karena tulip tidak dapat tumbuh di tempat yang agak panas. Oleh karena itu, bila ingin tetap menanam tulip di tempat yang agak panas, penanam tulip harus rajin menyirami tanamannya agar tetap hidup. Tulip dapat ditanam dengan dua cara, yaitu menggunakan umbi atau biji. Tulip yang ditanam dari umbi membutuhkan waktu setahun untuk menghasilkan bunga yang cukup besar. Sedangkan, tulip yang ditanam dari biji membutuhkan waktu antara 5-7 tahun agar dapat berbunga. Bunga yang telah mekar harus dipotong untuk mendapatkan umbi. Di Osaka, Jepang tulip umumnya selesai dipangkas di akhir bulan Maret atau awal April.

Dari Florapedia, dapat diketahui bahwa arti bunga tulip secara umum adalah ungkapan cinta sejati. Tulip berwarna merah merona sering diartikan sebagai true love, cinta sejati. Bila menerima tulip merah dari seseorang berarti Anda adalah “perfect lover” dalam hidupnya. Tulip berwarna ungu sebagai simbol kemewahan. Tulip berwarna kuning memiliki arti luas, biasanya digunakan untuk menyatakan harapan cinta hingga pernyataan turut bergembira. Tulip berwarna putih untuk menyatakan penghargaan atau ucapan maaf. Secara umum, bunga tulip berarti: “aku mencintaimu selamanya”. Dengan berbagai arti dan hal hal yang berbau sentimental ini, maka tak heran apabila popularitas tulip tetap bertahan.

Warna warni dan varietas yang beragam memungkinkan penggunaan tulip dalam berbagai kesempatan. Tulip dapat dirangkai sebagai bunga potong maupun diberikan dalam bentuk tanaman dalam pot. Dalam dunia pecinta bunga pemberian hadiah bunga tulip sungguh sejuta rasanya dalam keindahan dan kesederhanaannya. Kini varietas tulip sebagai hasil silang semakin banyak, tulip merah dengan ujung kelopak putih disebut si janda merry, apa juga hubungannya sayapun tak tahu. Ada juga yang berwarna belang belang merah kuning yang diberi nama tulipa mickey mouse, bukankah si tikus mickey itu warna yang menonjol adalah merah hitam dan putih?, suka suka yang memberi nama saja.

BUNGA ASTER

Bunga Aster = Simbol cinta dan kehalusan

Bunga Aster memiliki beragam warna yang menawan. Keindahannya tentu tak asing lagi. Tak heran jika bunga satu ini menjadi pilihan untuk dijadikan bunga potong. Namun, ditanam di halaman rumah pun tak kalah menarik.

Bunga potong seringkali hadir dalam berbagai kegiatan. Jenis bunganya pun beragam, sesuai tema acara. Bukan hanya jenis bunga, warna bunganya pun ikut berperan dalam menentukan jenis kegiatan. Untuk perayaan valentine misalnya, dicari warna bunga pink atau bisa juga merah. Sedangkan perayaan imlek, warna bunga merah amat menonjol. Pada pesta pernikahan, muncul warna-warni bunga, seperti putih, merah, ungu, atau kuning. Untuk peristiwa kematian, butuh bunga ungu dan putih. Pesta ulang tahun atau peresmian kantor, serah terima jabatan, ataupun launching produk baru biasanya menggunakan bunga warna putih, merah, dan kuning.

Salah satu bunga yang sering digunakan untuk berbagai acara itu adalah bunga aster. Bunga satu ini punya keunggulan, karena bisa hadir hampir di setiap kegiatan atau acara. Mungkin itu karena bunga satu ini punya warna bermacam warna, bergantung jenisnya. Ragam warna bunga aster itu juga didukung oleh usaha mengintroduksi berbagai varietas dari Eropa dan Amerika. Jenis aster dengan warna bunganya:

  • Aster chinensis tipe Princes: warna bunga merah muda, biru muda, biru tua, kuning muda, dan putih.
  • Aster chinensis tipe Amerika: warna bunga biru, merah lembayung, merah muda, merah, dan putih.
  • Aster chinensis tipe Liliput: warna bunga putih, merah muda, merah tua, dan biru.
  • Aster chinensis tipe Giant Cornet: warna bunga merah muda, merah tua, dn putih.
  • Aster novae-angliae: warna bunga violet muda.
  • Aster incises: warna bunga violet dan kebiruan.

BUNGA VIOLET

bunga violet adalah simbol kesetiaan

Violet membawa janji tentang kehidupan yang lebih baik dan maju. Konon, karangan bunga violet yang dikenakan di kepala dapat mencegah sakit kepala/pusing. Dianggap pula bahwa bunga violet adalah hadiah keberuntungan bagi setiap perempuan yang menerimanya dalam semua situasi. Namun, ketika bunga violet mekar di musim gugur, wabah akan datang dalam tahun itu. Selain itu, menurut sejarah, Napoleon adalah penggemar berat bunga violet. Ketika dia menikahi Josephine , pengantin perempuan memakai bunga violet, dan setiap kali ulang tahun perkawinan Napoleon selalu mengirimkan sebuket bunga violet kepadanya. Tidak heran apabila pendukung Bonaparte menggunakan violet sebagai emblem mereka dan Napoleon punya nickname “Corporal Violet”.

BUNGA GARDENIA (Kaca Piring)

Kacapiring atau Kaca Piring Gardenia augusta ) adalah perdu tahunan dari suku kopi-kopian atau Rubiaceae. Bunganya berwarna putih dan sangat harum. Tanaman juga dikenal dengan nama binomial Gardenia jasminoides yang berarti “seperti melati,” walaupun tidak ada hubungannya dengan marga Jasminum (Melati). Di Bali, tanaman ini dikenal dengan nama jempiring dan bunganya merupakan maskot kota Denpasar.

Tinggi tanaman 1-3 meter, berasal dari Asia Timur dan banyak tumbuh di alam bebas, walaupun lebih banyak dijumpai di sekitar tempat tinggal manusia sebagai tanaman hias. Daun berbentuk bulat telur, tebal, permukaan daun berwarna hijau tua yang mengkilat. Bunga hanya muncul sekuntum di ujung-ujung tangkai, mempunyai 6 daun mahkota walaupun sebagian kultivar mempunyai bunga ganda (daun mahkota berlapis). Bunga sewaktu baru mekar berwarna putih bersih, tapi sedikit-sedikit berubah warna menjadi krem kekuningan. Bunga berbau sangat harum sehingga sering digunakan sebagai bahan baku minyak bunga. Harum bunga yang sepintas mirip Melati banyak menarik minat serangga seperti beberapa spesies Lepidoptera dan semut.

Buah berwarna kuning dengan daun kelopak yang masih menempel, berbentuk oval dan tidak akan retak walaupun sudah matang dan kering. Tanaman berkembang biak dengan cara stek atau cangkok. Bunga merupakan komoditas bunga potong, digunakan dalam karangan bunga dan korsase. Daun bisa digunakan sebagai obat sariawan dan akarnya sebagai obat sakit gigi.

Buah mengandung crocin (salah satu jenis karotenoida) berwarna kuning cerah seperti yang terdapat pada safron. Buah yang kering merupakan bahan pewarna. Di Jepang, bahan pewarna dari Kacapiring digunakan untuk pencelupan tekstil dan pewarna kue tradisional ( wagashi ) dan asinan lobak ( takuan ).

BUNGA BAKUNG

Di dalam bahasa Ibrani bunga Bakung ( Crinum asiaticum Linn.) disebut syosyan dan bahasa Yunani menyebutnya krinon . Ini merupakan tanaman berumbi yang banyak tumbuh di daerah Palestina dan sering digunakan sebagai tanaman hias. Bakung mempunyai ketinggian antara 0,5 – 1,25 m. Karena kaya warna sesuai jenisnya, bunga bakung atau lily digunakan sebagai lambang kecantikan. Bunga Iris, Crocus, dan Narcissus juga sering digolongkan sebagai bunga bakung. Di Indonesia bunga ini biasanya ditanam di halaman rumah, tetapi bunga ini juga dapat tumbuh secara liar. Bunganya berbentuk corong, mekar pada malam hari, dan berbau harum.

BUNGA MAWAR

Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.

Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua-dua berlawanan (pinnate). Tiap tangkai memiliki daun majemuk yang terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.

Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak. Jenis-jenis bunga mawar berdasarkan asalnya, antara lain:

1. Spesies asal Eropa:

  • Rosa alba
  • Rosa canina
  • Rosa gallica
  • Rosa chnamomea
  • Rosa cettifolia
  • Rosa spinosissma
  • Rosa wichuraiana

2. Spesies asal Timur Tengah:

  • Rosa fetida
  • Rosa fetida bicolor
  • Rosa fetida perciana
  • Rosa feicikoana
  • Rosa damascena

3. Spesies asal Tiongkok:

  • Rosa chinensis
  • Rosa liviegata
  • Rosa gigantea
  • Rosa primula
  • Rosa mulluganii
  • Rosa sericana pteracantha
  • Rosa hugonis
  • Rosa banksiae lutea

3. Spesies asal Jepang:

  • Rosa roxburghii
  • Rosa roxburghii ‘hirthua’
  • Rosa aciculaisis nipponensis
  • Rosa mulitiflora
  • Rosa wichuraina
  • Rosa rugosa
  • Rosa uchiyamana
  • Rosa jasminoidesu
  • Rosa fujisanesis

4. Spesies asal Amerika Serikat:

  • Rosa cinemoemea
  • Rosa nitida
  • Rosa california

Mawar merupakan salah satu tanaman hias yang paling banyak ditanam di taman dan paling banyak dijual di toko bunga sebagai bunga potong. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong dan bahan baku minyak bunga yang digunakan industri parfum. Sebagai bunga potong, Mawar pun memiliki beragam arti berdasarkan warnanya, antara lain:

  • Mawar Merah merupakan simbol cinta dan romantisme. Ini tidak hanya berbicara tentang gelora asmara. Ini juga berarti cinta dengan rasa penghargaan yang tinggi. Dengan memberikan bunga ini pada pasangan Anda, berarti Anda telah siap lahir batin untuk menikah.
  • Mawar Kuning melambangkan kebahagiaan dan persahabatan. Ini juga berarti fleksibilitas dan kebebasan. Mawar ini cocok diberikan kepada pasangan pengantin baru, teman yang baru diwisuda, atau ibu yang baru melahirkan.
  • Mawar Merah Muda (Pink) melambangkan suasana kebahagiaan. Pink tua diartikan sebagai ungkapan terima kasih dan rasa syukur yang mendalam sedangkan pink muda mengutarakan kekaguman dan simpati kepada orang yang dituju. Warna ini juga bisa digunakan untuk mengutarakan kasih saying (lesser affection).
  • Mawar Putih berarti kesucian, ketulusan cinta, kerendahan hati, dan kepedulian pada orang lain.
  • Mawar Peach untuk menyatakan rasa pertemanan, persaudaraan, kekaguman dan penghargaan pada orang lain.
  • Mawar oranye melambangkan antusiasme dan semangat. Ini bunga yang cocok untuk memberitahu seseorang bahwa Anda ingin mengenal orang tersebut secara lebih dalam.
  • Primrose (bunga mawar yang kelopaknya kecil-kecil) berguna untuk mengatakan bahwa kamu tidak bisa hidup tanpanya.
  • Mawar Hitam = kamulah obsesiku.

Namun bunga mawar pun masih memiliki banyak makna, tergantung pada berapa banyak tangkai bunga, misalnya :

  • Satu tangkai bunga mawar merah = Cinta pada pandangan pertama atau masih mencintaimu.
  • Tiga tangkai bunga mawar = Aku mencintaimu.
  • Sembilan tangkai bunga mawar = Kita akan bersama selamanya.

Pengelompokan Mawar Taman:

1. Wild roses (Mawar Liar): asalnya tumbuh liar, bentuk bunga sederhana, sudah dikenal manusia sejak zaman dulu.

2. Old Garden Roses: bentuk bunga unik dan berbau harum. Berikut ini adalah jenis-jenis mawar Old Garden disusun menurut urutan umur dari yang paling tua:

  • Alba: “mawar putih” hasil persilangan Rosa arvensis dengan Rosa alba. Alba merupakan contoh Mawar Taman yang paling tua, dibawa ke Inggris oleh bangsa Romawi kuno. Berbunga setahun sekali. Contoh: ‘Semi-plena’, ‘White Rose of York’.

  • Gallica: hasil persilangan dari Rosa gallica yang berasal dari Eropa bagian tengah dan selatan. Berbunga sekali di musim panas. Contoh: ‘Cardinal de Richelieu’, ‘Charles de Mills’, ‘Rosa Mundi’ (Rosa gallica versicolor).
  • Damask – dibawa ke Eropa dari Persia oleh Robert de Brie sekitar tahun 1254 dan tahun 1276. Mawar jenis Summer Damasks (persilangan antara mawar Gallica dengan Rosa phoenicea) berbunga sekali di musim panas. Mawar jenis Autumn Damasks (persilangan antara Gallica dengan Rosa moschata) berbunga di musim gugur. Contoh: ‘Ispahan’ dan ‘Madame Hardy’.
  • Centifolia atau dikenal juga sebagai Provence: secara harafiah berarti “seribu daun mahkota” adalah hasil pemuliaan di abad ke-17 di Belanda. Berbunga setahun sekali, misalnya: ‘Centifolia’ dan ‘Paul Ricault’.
  • Moss: masih kerabat dekat Centifolia, batang dan daun-daun kelopak seperti ditumbuhi lumut berwarna hijau. Berbunga setahun sekali. Contoh: ‘Comtesse de Murinais’, ‘Old Pink Moss’.
  • China: dapat berbunga berkali-kali sepanjang musim panas hingga akhir musim gugur. Ada 4 jenis (‘Slater’s Crimson China’ 1792, ‘Parsons’ Pink China’ 1793, ‘Hume’s Blush China’ 1809, dan ‘Parks’ Yellow Tea Scented China’ 1824) yang dibawa masuk ke Eropa pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19. Jenis-jenis ini kemudian dimuliakan menjadi mawar Old Garden yang dapat berbunga berkali-kali, seperti ‘Old Blush China’ dan ‘Mutabilis’.
  • Portland: dinamakan untuk mengenang Duke of Portland menerima mawar dari Italia di tahun 1800). Mawar yang sering dikenal sebagai ‘The Portland Rose’ (nama lain: Rosa paestana atau ‘Scarlet Four Seasons’ Rose’) merupakan moyang mawar Portland. Contoh: ‘James Veitch’, ‘Rose de Rescht’, ‘The Portland Rose’.
  • Bourbon: Mawar yang berasal dari l’Île de Bourbon (sekarang disebut Réunion, koloni Perancis di Lautan Hindia) diperkenalkan di Perancis pada tahun 1823. Hasil persilangan ‘Autumn Damask’ dan ‘Old Blush China’. Berbunga berkali-kali. Contoh: ‘Louise Odier’, ‘Mme. Pierre Oger’, ‘Zéphirine Drouhin’.
  • Hybrid Perpetual: Mawar yang banyak dijumpai di Inggris pada zaman Victoria, merupakan keturunan dari Bourbon. Berbunga berkali-kali. Contoh: ‘Ferdinand Pichard’, ‘Reine Des Violettes’.
  • Tea: Mawar hasil persilangan ‘Hume’s Blush China’ atau ‘Parks’ Yellow Tea Scented China’ dengan berbagai jenis Bourbon dan Noisette. Berbunga berkali-kali walaupun tidak selalu berbau harum seperti teh. Contoh: ‘Lady Hillingdon’.
  • Bermuda “Mysterious” Roses (Mawar “Misterius” Bermuda): kelompok yang terdiri dari beberapa lusin Mawar asal Bermuda yang sudah dibudidayakan paling tidak selama satu abad di Bermuda sewaktu “ditemukan.” Kemungkinan besar Mawar Bermuda merupakan percabangan atau kultivar Mawar Old Garden yang dibuang karena dianggap tidak bisa dipakai. Mawar Bermuda mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena bisa ditanam di daerah tropis dan semi tropis. Mawar jenis ini dapat berbunga dalam cuaca panas dan lembab. Tahan terhadap kerusakan disebabkan oleh Nematoda dan penyakit Bercak Hitam yang menjadi ancaman budidaya mawar di iklim panas dan lembab. Mawar Bermuda disebut “mawar misterius” karena nama asli jenis ini sudah tidak diketahui lagi dan hanya diberi nama berdasarkan nama pemilik taman.

3. Climbing Roses (Mawar Memanjat): kelompok yang suka merambat di pagar atau bangunan kanopi, misalnya: Ayrshire, Climbing China, Laevigata, Sempervirens, Noisette, Boursault, Climbing Tea, dan Climbing Bourbon.

4. Shrub Roses (Mawar Semak): kelompok dengan kebiasaan semi-memanjat, merambat pada pagar dan bangunan kanopi. Bunga kecil sampai sedang, mekar tahan lama.

5. Modern Garden Roses (Mawar Modern Garden): Keturunan dari mawar Old Garden dan bentuknya beraneka ragam. Kelompok ini dibagi-bagi berdasarkan ukuran tanaman dan ciri khas bunga, misalnya: “tanaman semak dengan bunga besar,” tanaman semak dengan bunga besar berulang kali,” “bunga berkelompok,” “menjalar, bunga berulang kali,” “semak pendek, berbunga sekali.” Sebagian besar kultivar model mutakhir dapat digolongkan ke dalam 2 kelompok:

  • Hybrid Tea: Mawar yang ideal untuk bunga potong karena satu batang bisa menghasilkan 5 sampai 6 bunga. Bunga berukuran besar dan anggun, memiliki daun mahkota yang tersusun rapat dan pinggirannya sedikit terlipat ke luar (lihat foto), sering ditanam di kebun-kebun kecil dan disematkan pada jas sewaktu menghadiri upacara pernikahan.
  • Floribunda: bunga kecil-kecil yang merupakan kelompok dari 10 bunga atau lebih pada satu batang. Bunga yang rimbun mencolok dari kejauhan sehingga bagus untuk ditanam di taman-taman umum dan ruang-ruang terbuka lainnya.

6. Buck Roses: namanya diambil dari nama Profesor Griffith Buck (ahli hortikultura dari Iowa State University) yang memuliakan lebih dari 90 varietas mawar. Buck roses tahan terhadap penyakit dan keganasan musim dingin.

7. English Roses: kelompok yang merupakan hasil hibrida antara mawar Old Garden dan mawar modern. Bunga berbau harum dan berbunga berulang kali.

8. Miniature Roses: kelompok dengan bunga berukuran mini (diameter 2-5 cm) dan berbunga berulang kali.

Manfaat Bunga Mawar:

Bunga mawar wanginya harum karena adanya minyak atsiri di dalamnya. Minyak atsiri ini mengandung zat sitrat, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, feniletilalkohol, farnesol, dan nonilal-dehida. Berkhasiat untuk mengobati gigitan serangga berbisa, gabag (morbili), dan jerawat.

Ramuan untuk gigitan serangga berbisa, siapkan 1 kuntum bunga mawar, 10 kuntum bunga melati, 2 kuntum bunga kenanga, dan 1 sendok teh minyak kelapa. Bunga dicuci bersih, lalu digiling sampai halus. Remaslah campuran ketiga bunga tersebut dengan minyak kelapa. Ramuan dioleskan pada luka bekas gigitan atau sengatan serangga, lalu dibalut.

Ramuan untuk penyakit gabag, cuci 15 kuntum bunga mawar, kemudian rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa 3/4 gelas. Setelah itu disaring. Air mawar ini diminum tiga kali sehari. Ramuan untuk jerawat, rebus bunga mawar secukupnya dengan sedikit air. Setelah itu, air mawar yang telah disaring sebanyak dua sendok dicampur dengan satu sendok teh serbuk belerang. Oleskan pada malam hari sebelum tidur pada kulit yang terkena jerawat.

MAWAR BIRU

FLOS Florum.” Itulah julukan bagi mawar di abad pertengahan. Julukan yang berarti “bunga dari segala bunga” itu semacam penegasan terhadap mawar yang selama berabad-abad menjadi sebuah legenda. Mawar tak hanya berkarisma, tetapi juga penuh gairah dan misteri. Tak heran, mawar yang diduga telah berumur 35 juta tahun itu, digunakan sebagai simbol bagi banyak hal, mulai dari agama, solidaritas, hingga cinta.

Bunda Maria (Siti Maryam), ibunda Nabi Isa a.s. menunjuk mawar sebagai lambang kesempurnaan duniawi dan surgawi. Di India, mawar adalah simbol mistis. Menurut ajaran Hindu, Dewi Laksmi–dewi sumber kecantikan–dilahirkan dari kelopak mawar. Sementara itu, di hampir semua belahan dunia, mawar sering dijadikan simbol ekspresi cinta dan perasaan seseorang. Pendek kata, mawar telah menjadi subjek utama dan bunga favorit, bahkan sejak 5.000 tahun silam.

Karisma mawar tak hanya karena bentuk dan warnanya yang elok, tapi juga aroma yang diuapkannya. Perpaduan antara bentuk, warna, dan aroma mawar mampu menimbulkan efek magis dan mistis yang memanipulasi perasaan, persepsi, dan gairah seseorang. Manusia seolah tak pernah terpuaskan oleh mawar. Tuntutan terhadap bunga berjuluk queen of flower itu terus menggelegak. Setelah selama ribuan tahun manusia menikmati beragam warna-warna atraktif mawar, merah, kuning, pink, atau putih, para pengagum mawar terusik oleh pertanyaan, “Mengapa tak ada mawar biru?”

”Holy grail”

Ya, mawar biru kemudian menjadi semacam Holy Grail dalam masyarakat Kristiani. Holy Grail atau cawan suci yang pernah digunakan Yesus dalam perjamuan terakhir dengan 12 orang muridnya, diyakini oleh sebagian umat Katolik masih ada hingga sekarang. Meski ada, namun sulit ditemukan. Orang pun dibuat penasaran, benarkah Holy Grail ada? Jika ada, di mana tempatnya?

Tahun 1840, para peneliti hortikultura Inggris dan Belgia menawarkan hadiah 500.000 franc kepada siapa saja yang bisa menghasilkan mawar biru. Sejak saat itu, “perburuan” pun dilakukan para peneliti untuk menemukan sang Holy Grail, mawar biru.

Pada abad ke-20, mawar hibrida telah dihasilkan dengan cakupan warna yang luar biasa. Bahkan, termasuk mawar biru lembayung (ungu) dan abu-abu. Temuan mawar biru lembayung pun disambut para peneliti dan pecinta mawar dengan penuh antusias. Mereka optimistis, itulah langkah awal ke arah ditemukannya mawar yang benar-benar biru (true blue). Bahkan, pada awal abad ke-21, mawar biru lembayung sempat dinobatkan sebagai “flower of the year”. Sayangnya, mawar biru lembayung memang bukan biru yang sebenar-benarnya biru. “Masih ada nuansa ungu dan kelabu,” kata Ir. Nursuhud, DEA, dosen dan peneliti hortikultura Fakultas Pertanian Unpad. Menurut Nursuhud, hibridisasi konvensional tak mungkin menghasilkan mawar biru karena secara genetika mawar tak bisa menghasilkan delphinidin atau pigmen yang bertanggung jawab menentukan warna biru.

Para ahli hortikultura berpendapat, munculnya warna biru lembayung lebih disebabkan adanya “variasi tak biasa” dari cyanidin (pigmen warna merah). Artinya, temuan mawar biru lembayung bukanlah jalan yang tepat untuk menghasilkan mawar biru. Sampai akhirnya para peneliti Florigene dan Suntory memberi jawaban. Setelah melakukan penelitian selama 14 tahun, pada tahun 2004 para peneliti Suntory berhasil menemukan mawar biru melalui rekayasa genetika. Warna biru pada bunga seluruhnya berasal dari pigmen delphinidin yang tak ada pada mawar alami. “Temuan mawar biru ini terjadi justru pada saat kami percaya temuan itu mustahil dilakukan. Tapi, kami terus melakukannya sampai akhirnya tercapai,” kata Nobutada Saji, Presiden Suntory saat konferensi pers di Tokyo, Jepang, dua tahun silam.

Untuk menghasilkan mawar biru, para ahli “meminjam” pigmen biru (delphinidin) dari bunga pansi dengan mengaplikasikan teknologi RNAi. Meski demikian, mawar biru temuan para ahli Suntory belum benar-benar biru, melainkan biru lembayung (ungu). Namun, kunci dan teknik untuk menghasilkan warna biru dari pigmen delphinidin sudah ditemukan.  Para peneliti kini tengah bekerja keras untuk menghasilkan mawar biru dengan warna biru langit cerah. Masih dibutuhkan riset lanjutan untuk menghasilkan mawar berwarna biru langit. Menurut mereka, harus ada penambahan bahan kimia untuk menghasilkan warna yang lebih cerah. Jadi, untuk bisa menikmati mawar biru, kita masih harus menunggu.

Add a comment Januari 3, 2009

buNga LangKa

BUNGA LANGKA


Pada dasarnya alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, tetapi serasi dan seimbang. Ada banyak keragaman bunga yang bisa kita nikmati, tetapi ada beberapa bunga yang tergolong langka (terbatas jumlahnya). Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu kerugian besar. Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia) dan pohon raksasa kayu merah (Giant Redwood di Amerika). Maka dari itu, manusia sebagai makhluk hidup yang berbudaya, perlu menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Berikut ini ada beberapa macam bunga langka yang perlu dilestarikan agar tidak punah:

  1. Bunga Edelweis
  2. Bunga Rafflesia
  3. Bunga Wijayakusuma
  4. Bunga Udumbara
  5. Bunga Peony
  6. Bunga Kastuba

Melestarikan bunga langka tiada ruginya. Banyak hal yang menarik dalam kehidupan liar di alam bebas, suatu bunga bisa menarik karena kelangkaannya, walaupun belum tentu menarik dari ‘kegunaannya’. Kelangkaan bisa menarik karena hal unik dari kenampakan maupun sifat hidupnya. Bahkan, keberadaan bunga langka juga dapat menjadi sumber investasi baru bagi para penggemar bunga karena beberapa jenis bunga langka dapat diperjualbelikan dengan harga tinggi, seperti:

  1. Anthurium. Bunga anthurium, seperti: Jenmanii, Star Buck, Sirih, Rufles, dan Hookeri Marble yang memang memiliki nilai jual tinggi ini mulai jarang terlihat di Tomohon.
  2. Adenium

BUNGA EDELWEIS

Bunga edelweis (Leontopodium alpinum) yang sering disebut-sebut sebagai bunga abadi tumbuh di tempat terbuka dan lembab yang terdapat di puncak atau lereng gunung tertentu, seperti Gunung Gede, Malabar, Papandayan, Cikurai, Guntur, dll. Dalam ilmu botani, bunga tersebut terbentuk secara alami dari timbunan humus dan memerlukan waktu sedikitnya lima tahun untuk tumbuh dan berbunga.

Bunga ini rata-rata berwarna putih–abu-kehijauan dan putih kekuning-kuningan. Namun, kabar angin mengatakan bahwa ada edelweis yang berwarna ungu, biru, dan merah. Kebenarannya masih sebuah misteri karena saya belum pernah melihatnya secara langsung maupun di dunia maya. Bunga ini tumbuh membentuk rimbunan kecil di permukanan tanah. Ketika dipetik dan disimpan di tempat kering dan temperatur ruangan, bunga ini tidak akan berubah warna seolah-olah ia tetap hidup dan abadi. Inilah keistimewaannya sehingga ia sering menjadi lambang kecintaan seorang remaja pria terdadap kekasihnya. Hal ini jugalah yang memancing para pendaki untuk memetik dan membawanya pulang. Bunga ini tidak akan layu jika sudah dipetik tetapi bunga ini hanya akan mengering.

Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh. Namun, apapun akan dilakukan untuk melihat dan menikmati bunga EDELWEIS bagi seorang pecinta alam.

DAYA TARIK EDELWEIS:

Di Gunung Gede:

Bunga Edelweiss dikelompokkan sebagai tanaman langka yang dilindungi oleh pemerintah, karena itulah setiap pendaki diperingatkan kembali untuk tidak memetik bunga ini. Bagi siapa yang melanggar ketentuan ini akan dihukum dan didenda. Agaknya larangan dan ancaman hukuman ini semakin menunjukkan kejantanan, keteguhan hati dan pengobanan para pedaki remaja itu untuk membuktikan cinta mereka terhadap kekasihnya. Juga membuktikan betapa romantis mereka. Maka tidaklah heran jika ada yang memetik beberapa tangkai dan memasukkannya ke celana dalam di antara kedua selangkangannya. Dia telah mempersiapkan dari rumah dengan mengenakan dua lapis celana dalam. Dengan begitu dia bisa lolos dari geledahan penjaga pos di lereng gunung.

Di Gunung Merbabu:

LeisureRoll, Boyolali – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) di Kabupaten Boyolali tetap menjadi magnet para pendaki. Pada peringatan 17 Agustus 2008 jumlah pendaki ke Merbabu tercatat sebanyak 1.461 orang, sedangkan melalui Selo Boyolali sebanyak 699 orang. Banyaknya pendaki yang melakukan pendakian di Merbabu membuat pengelola bekerja ekstra, terutama terkait dengan pengamanan di gunung tersebut. Pengelola BTNGM melarang para pendaki Gunung Merbabu mengambil bunga “Edelweis” karena bunga itu termasuk bunga langka yang dilindungi. Untung mengatakan bahwa pada Senin (18/8) ada sebanyak tujuh pendaki di Gunung Merbabu terpaksa diamankan oleh Polisi Kehutanan (Polhut) BTNMG Boyolali karena mereka ketahuan mengambil bunga Edelweis saat melakukan pendakian menyambut HUT ke-63 RI, Minggu (17/8). Menurut dia, pihaknya telah memperingatkan para pendaki tersebut dan meberikan sosialisasi bahwa bunga Edelweis merupakan bunga langka yang dilindungi. Bunga itu tidak boleh diambil, bahkan merusak habitatnya. Selain itu, pihaknya juga mengamankan sebuah golok tebas dan sabit masing-masing empat buah serta beberapa botol minuman keras. Namun, pihaknya tidak menahan pemiliknya dan hanya diberikan peringatan. “Kami sejak awal sudah melakukan antisipasi dengan menerjunkan anggota Polhut keempat titik jalur pendakian antara lain di Tuk Pakis Selo (Boyolali), Tekelan dan Cuntel (Kopeng), Getasan (Kabupaten Semarang), dan Wekas Pakis (Magelang),” katanya.

BUNGA RAFFLESIA

Bunga Rafflesia juga dikenal sebagai bunga bangkai karena baunya yang tidak sedap. Bunga Rafflesia Arnoldy yang juga disebut sebagai “Puspa Langka” merupakan bunga raksasa yang pertama kali ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles saat dia sedang bertugas di Bengkulu. Sir Thomas menemukan bunga tersebut bersama salah seorang ahli botani yang bernama Dr.Josep Arnold Browen di Lubuk Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 1818. Pada tahun 1920 kedua tokoh Inggris ini mengukuhkan Bengkulu sebagai Bumi Rafflesia sekaligus menamakan bunga langka itu sebagai Rafflesia Arnoldi. Bunga ini disebut puspa langka karena di tempat lain jarang ditemukan bunga semacam ini. Di dunia ada sekitar 17 jenis bunga tersebut, tetapi 12 jenis di antaranya tumbuh pada kawasan hutan tropis termasuk Indonesia (Bengkulu).

Jenis-jenis bunga Rafflesia, yaitu:

  1. apa saja ya??? (yang tau, beritau donk :))

Bunga Padma (camera trap) adalah kerabat bunga padma (Rafflesia Arnoldi R. Brown) yang merupakan flora maskot Indonesia dan bunga terbesar di dunia. Diameter bunga ini bisa mencapai 100 cm sehingga bunga ini merupakan bunga terbesar dan sangat terkenal di dunia. Masa kuncupnya berkisar antara 6 – 8 bulan sedangkan masa mekarnya 15 hari. Bunga ini tumbuh tersebar di seluruh Bengkulu di lereng Bukit Barisan. Bunga yang diternukan di lereng Gunung Sorik Merapi seperti pada gambar ini diduga merupakan jenis baru yang belum pernah dideskripsikan. Bunga padma sangat unik karena dia tidak memiliki akar, batang maupun daun. Bunga padma tumbuh sebagai parasit di jenis liana tertentu (biasanya di Tetrastigma sp.) dan merupakan jenis flora yang secara global terancam punah. Hingga kini, bunga ini masih diteliti oleh para ahli tanaman di Herbarium Bogoriense, Bogor, Jawa Barat. Untuk menjaga kebesaran nama bunga Raffelsia itu perlu diadakan promosi secara rutin terhadap dunia internasional, disamping dilakukan pengamanan ekstra ketat terhadap lokasi habitat bunga langka tersebut.

PENEMUAN BUNGA BANGKAI

DI RIAU:

Tanpa disangka, serumpun Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) tumbuh segar di areal HTI (Hutan Tanaman Industri) PT. Riau Andalan Pulp And Paper (Riaupulp) Estate Logas. Kejadian langka di areal kerja penanaman ini awalnya ditemukan oleh karyawan Riaupulp di Estate Logas, Kec. Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi, bernama Maskot Silaban bersama empat temannya, Senin (2/6). Hal tersebut dinyatakan Manager Riaupulp Estate Logas, Tendi didampingi Forest Protection Riaupulp Estate Logas, P Turnip, Rabu (11/6) sepekan setelah ditemukannnya tumbuhan langka tersebut. Menurut Tendi, saat itu stafnya akan membuat patok untuk tanda bagi pembuatan infield drain, dan seketika melihat ada tanaman aneh yang tumbuh di lokasi kerja mereka. “Saat itu mereka langsung membuat patok merah di sekeliling tanaman agar tidak ada yang mengganggu. Kemudian mereka melaporkan temuan tersebut kepada atasannya untuk kemudian Tim Manajemen Riaupulp Estate Logas mengambil dokumentasinya,” kata Tendi. Ditambahkan Tendi, bunga langka ini tumbuh di Compartement G.013 Estate Logas, Desa Pulau Padang Kec.Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi dan merupakan tanaman dari suku talas-talasan (Araceae family) atau yang lazim juga disebut Batang Krebuit. Dalam pada itu, Direktur Utama Riaupulp Rudi Fajar menegaskan bahwa temuan tersebut sangat penting dan berguna. Pihaknya melalui Environmental Departement di Estate Logas akan terus menjaga dan mengamati pertumbuhan Bunga Bangkai tersebut, yang saat ini usianya sudah memasuki pekan kedua. “Sesuai arah dan kebijakan lingkungan di Riaupulp, kami punya komitment kuat untuk senantiasa menjaga dan memelihara lingkungan bagi berkembangnya flora dan fauna sebagai bagian dari kebijakan operasional perusahaan,” tegas Rudi.

DI BOGOR:

Bunga bangkai dengan nama Ilmiah (Amorphophallus Titanium Becc) muncul kembali di Kebun Raya Bogor (KRB). Kemunculan kembali bunga bangkai di KRB merupakan penantian yang panjang, sehingga diharapkan tidak lama lagi akan bisa disaksikan bunga itu akan mekar dengan aroma khasnya. Munculnya kembali bunga bangkai di KRB merupakan yang ke lima kalinya setelah yang terakhir muncul pada Agustus 2001 lalu.“Biasanya bunga raksasa jenis Titan Arum ini akan mekar antara dua sampai tiga tahun sekali,” jelas Kepala Bagian Humas KRB Ondidi Susanto di temui di kantornya. The Titan Arum (bunga bangkai) jenis ini merupakan tanaman asli dari daerah Sumatera yang tergolong pada jenis tanaman umbi-ubian. Bunga jenis ini tergolong pada jenis tanaman yang sangat langka di dunia. Apalagi Titan Arum ini juga memiliki banyak keistimewaan dibandingkan dengan bunga lainnya. “Bunga ini memiliki umbi dengan berat lebih dari 200 Kg, dengan tinggi bunga mencapai 3,5 meter dan memiliki diameter (kelopak) bunga 2 meteran. Maka tidak heran jika bunga ini disebut-sebut sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia,” terangnya. The Titan Arum meski memiliki ciri khas dengan aroma bau busuknya yang sangat menyengat, namun kehadiran bunga ini telah terbukti dapat mengharumkan nama Indonesia ke manca negara. Amorphophallus Titanum Becc merupakan koleksi langka KRB yang berasal dari Muara Imat, Jambi. Selama dikembangkan di KRB pada tahun 1915, bunga yang hanya terdapat di Pulau Sumatera ini sudah tiga kali mekar, yaitu pada 5 Februari 1994 dengan tinggi 160 cm dan lebar 105 cm, kemudian 12 Juni 1997 dengan tinggi 252 cm dan lebar 152 cm, dan 1 Agustus 2001 dengan tinggi 290 cm. Bunga ini pertama kali ditemukan oleh Dr Odordo Becacari, seorang ahli botani berkebangsaan Italia, di kawasan Air mancur, Lembah Anai, Sumatra Barat pada 1878. Ada sekitar 170 jenis bunga Bangkai yang terdapat di dunia, namun jenis bunga bangkai (Amorphophallus Titanum) dan (Amorphophallus Gigas) hanya terdapat di Indonesia, tepatnya di daerah Sumatera. Keistimewaan dari bunga raksasa ini, biasanya memiliki bentuk dan warna yang sangat indah jika sudah mekar. “Kelopak bunga (seludangnya) akan berwarna merah maroon menawan. Sementara warna bonggol bunga (phallus) berwarna kuning keemasan. Terpadu sunguh cantik dan sangat eksotik,” ujar Staf peneliti dari LIPI ini. Dijelaskan, bunga tersebut mulai sejak hari Rabu,(28/06) dan saat ini tingginya telah mencapai 170 cm. Dia mempredisikan, bunga bangkai ini akan mekar dengan sempurna satu pekan mendatang. Bunga langka itu kalau mekar begitu indah. Namun, seperti namanya bunga bangkai, bau seperti tikus busuk menebar di sekelilingnya. Bahkan, dari radius 100 meter aroma tak sedap tersebut sudah mulai tercium. Kemunculan kembali bunga bangkai di KRB diharapkan akan mendatangkan keuntungan lebih bagi pihak Kebun Raya Bogor. “Kami berharap ini akan menjadi berkah bagi KRB menyusul terjadinya angin rebut yang telah memporak-oiarndakan KRB awal Juni lalu. “Kita tahu, pada awal Juni lalu KRB telah dibuat porak poranda akibat diterjang angin putting beliung sehingga sejumlah pohon koleksi KRB banyak yang tumbang. Bahkan dampak dari kejadian tersebut KRB terpaksa ditutup sementara untuk beberapa pekan, “ katanya.

BUNGA WIJAYAKUSUMA

Bunga ini hanya mengembang di malam hari mulai sekitar jam 8 malam, dan puncaknya di jam 12 malam, saat mengembang mengeluarkan aroma harum, hampir seperti melati tapi bercampur dengan lili, setelah jam 12 malam, dia layu dan tidak mengembang lagi, ini baru namanya BUNGA MALAM…

Wijayakusuma (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophita, bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Tanaman kaktus dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis. Demikian juga tanaman wijayakusuma. Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan.

Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukar untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, lain halnya dengan kaktus-kaktus pada umumnya. Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga Wijayakusuma dapat tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.

Kandungan di dalam bunga wijayakusuma ini belum pernah diteliti tetapi telah terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat pembekuan darah sehingga tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Adapun ramuannya, tumbuk satu helai daun wijayakusuma hingga halus. Oleskan pada luka, kemudian balut dengan perban.

CARA MENANAM:

Jika akan ditanam dalam pot, sebaiknya ia diberi media tanam campuran lumut Sphagnum, hancuran batang paku tiang, dan pasir bersih sedikit, seperti yang dipakai untuk menanam anggrek.

Bibit dapat diperoleh dengan memotong cabangnya sebagai stek. Cabang yang pipih seperti daun berdaging tebal dan hijau itu dipotong sependek 15 cm, dan perlu ditunaskan dulu, tetapi tidak boleh di tempat yang lembap. Lagi pula perlu diangin-anginkan dulu di tempat teduh selama beberapa hari supaya kering lukanya. Barulah ditancapkan dengan pangkalnya terbenam hanya sedalam 2 cm (kalau terlalu dalam akan busuk). Sebelumnya lagi, pangkal stek ini perlu ditutulkan ke dalam serbuk belerang dulu, untuk mencegah bakteri pembusukan.

Sesudah berakar, yang dapat dilihat tandanya berupa tunas cabang yang muncul segar, stek dipindah ke dalam pot berisi media tanam anggrek. Ia hidup senang kalau akarnya berdesak-desakan. Jadi pot yang dipilih untuknya sebaiknya yang kecil. Pot berisi akar ini perlu diberi kesempatan mengering dulu, sebelum disirami air berikutnya. Harus ada masa kering yang cukup di antara saat-saat penyiraman itu. Kalau tidak, akar akan busuk. Karena asalnya dari hutan belantara tropis yang teduh di Amerika Selatan, ia pun minta lingkungan yang ternaungi dari sengatan matahari terik. Ketika masih kecil, tanaman boleh saja dibiarkan hidup tegak tanpa sesuatu penopang. Tetapi kalau sudah besar, dan batangnya makin berat, ia perlu diberi perkuatan. Misalnya, potnya dimasukkan ke dalam guci keramik yang lebih besar. Atau didekatkan pada terali, tiang pergola, atau tembok. Kalau tidak, batangnya yang berat akan patah pangkalnya.

Berbunganya setahun sekali pada musim hujan. Jadi menjelang musim bunga itu tanaman sebaiknya diberi pupuk seperti yang dipakai untuk anggrek, agar rajin berbunga. Meskipun berbunganya pada waktu malam, tanaman perlu diberi cahaya matahari ekstra pada siang harinya, agar lebih giat berfotosintesis, untuk merangsang pembukaan kuncup bunga. Di luar musim bunga, ia mogok. Jadi percuma diberi pupuk dan obat perangsang yang lain.

Arti Wijayakusuma:

Nama Wijayakusuma banyak dipakai di wilayah Banyumasan dan sekitarnya, selain sudah sangat terkenal sejak dahulu kala, Wijayakusuma merupakan lambang kemenangan atau kejayaan. Panglima Besar Jenderal Soedirman (sebelum masuk militer) memberi nama koperasi yang didirikannya Persatuan Koperasi Indonesia “Wijayakusuma”, Korem 71 Purwokerto memiliki nama Wijayakusuma, di Purwokerto ada Universitas Wijayakusuma, sebuah hotel berbintang di Cilacap juga menggunakan nama Wijayakusuma, kemudian lambang Kabupaten Cilacap juga Wijayakusuma. Selain Bawor dan Kudhi, Wijayakusuma memang menjadi salah satu lambang dari wilayah Banyumasan dan sekitarnya.

BUNGA UDUMBARA

MENAKJUBKAN! Bunga legendaris Udumbara yang dipercayai umat Budha tumbuh setiap 3.000 tahun sekali, ditemukan tumbuh di dataran Engku Putri, Batam. Penemuannya pun secara tidak sengaja oleh bocah Evi Yanti yang berusia 10 tahun saat mengikuti senam Falun Dava, Minggu (27/4) pagi. Menurut umat Budha bunga ini merupakan penanda datangnya Raja Sakral Falun (Roda Hukum). Penemuan bunga yang tumbuh 3.000 tahun sekali tersebut menjadikan Kota Batam sebagai tempat ke tujuh di dunia sebagai tempat tumbuhnya bunga langka ini. Selain Batam, bunga tersebut sebelumnya telah ditemukan di Kota California Amerika Serikat, Australia, Korea, daratan China, Hong Kong, Singapura, Taiwan dan di Korea pada 1997. Penemuan bunga itu tentu saja mengundang decak kagum. Puluhan peserta senam Falun Dava langsung berkerumun dan melihat bunga itu. “Saya melihat bunga Udumbara pertama kali di media cetak dan internet-internet,” tutur Evi. Awalnya, Evi ingin memetik buah ceri yang tumbuh di tepi dataran Engku Putri. Tiba-tiba mata Evi terkesima melihat sekuntum bunga yang rasa-rasanya pernah ia lihat dan baca di media cetak dan internet. Setelah menghampiri rasa penasaran Evi berbuah menjadi ketakjuban. Ia bisa melihat secara langsung bunga Udumbara yang sebelumnya hanya bisa ia dengar legendanya. Evi kemudian memanggil Rudi, seorang peserta senam. Rudi kaget dengan munculnya bunga tersebut di Batam.”Ini luar biasa buat masyarakat Batam,” ujar Rudi. Bunga itu tumbuh di daun tumbuhan yang lain. Warnanya putih dan berukuran sangat kecil. Sekilas mirip dengan sarang laba-laba yang menempel di daun.

Peserta senam kemudian berinisiatif berkeliling dataran Engku Putri. Secara mengejutkan, mereka juga menemukan bunga sama di empat tempat yang berbeda. Bunga itu juga tumbuh di daun bunga yang lain. Bunga Udumbara dipercaya datang ke dunia dengan cara-cara yang luar biasa. Bunga langka ini, sejauh ini telah ditemukan pada beberapa obyek, yaitu patung Buddha, pipa baja, jendela, daun-daunan, dan batu bata. Menurut kitab Buddha, “Udumbara” adalah bahasa Sanskrit yang berarti “bunga keberuntungan dari surga.” Rol ke 8 dari kitab “Huilin Yin yi” (sebuah kitab Buddha), mengatakan: “Udumbara adalah lambang spiritual yang sangat baik, Bunga Surga, di dunia tidak terdapat bunga ini, di Kala sang Tathagatha atau Raja Roda Emas datang ke dunia, karena rahmat dan kebajikan yang sangat besar barulah akan membuat bunga ini muncul.”

Menurut kitab suci Budha kuno, warna putih “bunga Surga” selain menggambarkan kesan kelembutan juga menandakan datangnya Raja Sakral Falun atau Raja Roda Hukum umat Budha. Berbeda dengan tempat tumbuhnya sebelumnya yang kebanyakan di patung Budha, pipa baja, jendela, daun-daunan, dan batu bata, di dataran alun-alun Engku Putri Batam Centre, bunga yang luar biasa langka itu hanya tumbuh di atas delapan daun beberapa bunga. Bunga yang mungil, lembut dan memiliki tangkai lebih kecil dari rambut manusia itu berwarna putih, tumbuh dan menggantung pada tangkai-tangkai serabut halus. Beberapa daun mempunyai 30 tunas kecil di atasnya tapi ada juga sebagian memiliki 40, 50 atau 60 tunas. Menurut “Etimologi dalam YinYi Huilin,” sebuah kitab suci Buddha dari Dinasti Tang pada awal abad ke-9, “Udumbara muncul di Langit. Ini bukan milik manusia di dunia. Hanya maha belas kasih dari Tathagata yang sedang bereinkarnasi atau munculnya Raja Sakral Falun yang akan menyebabkan Udumbara muncul di dunia manusia.”(aprizal/yahya)

Daya Tarik Bunga Udumbara:

Setelah berita mengenai penemuan bunga Udumbara dimuat di Tribun Batam, banyak warga kota Batam datang melihatnya secara langsung. Banyak orang yang memetik bunga Udumbara dan dibawa pulang untuk diperlihatkan ke orang lain. Oleh karenanya Pemko Batam melalui humasnya pada senin sore (28/4) memberi tulisan peringatan berukuran 4R. Diantaranya berbunyi “Peringatan, mohon jangan disentuh. Please, do not touch,” dan lain-lain. Beberapa pohon diberi lakban sebagai pembatas karena banyak ditumbuhi Udumbara. Aparat Pemerintah Kota Batam mesti memasang line, pembatas untuk menghindari membludaknya warga yang ingin menonton. Beberapa petugas Satpol PP juga ditugaskan Pemko Batam menjaga bunga-bunga tersebut agar tidak dirusak. Selain muncul di Batam, sebelumnya bunga Udumbara telah dilaporkan di Australia, Korea, daratan China, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan. Udumbara mulai tumbuh pada Patung Buddha, batu bata, kaca, pipa besi, dan daun tanaman.

Gejala paling awal merekahnya Bunga Udumbara di Korea terjadi pada bulan Juli 1997. Pada saat itu Kepala Biara di jalan Jingji, distrik Guangzhou menemukan 24 kuntum Bunga Udumbara di bagian dada patung Tatagatha emas yang berdiameter 3 cm. Kemudian Bunga Udumbara bukan hanya ditemukan di vihara, berturut-turut juga ditemukan di sejumlah tempat lain. Menurut catatan kitab Buddha, tahun 1997 adalah tahun 3024 tarikh Buddhis. Kelangkaan bunga Udumbara menjadikan bunga ini istimewa dan berharga. Tercatat pada kitab Buddha sebagai bunga yang diimajinasikan, baru akan merekah pada saat Tatagatha atau Raja Pemutar Roda datang ke dunia. Kitab Fa Hua Wen Ju (Saddharma Pundarika Sutera), mencatat bahwa bunga Udumbara muncul tiga ribu tahun sekali, di kala Raja Roda Emas datang.

BUNGA PEONY

Peony ( Paeonia ) adalah genus tunggal untuk tanaman hias yang tergolong keluarga Paeoniaceae . Tanaman peony merupakan tanaman rempah yang tergolong tumbuhan tahunan ( perenial ). Tinggi mulai dari 50 cm hingga 1,5 meter. Tinggi tanaman yang merupakan tumbuhan semak dapat mencapai 2-3 meter. Tanaman berbunga di akhir musim semi sampai awal musim panas. Bunga peony ada yang berbau harum, warnanya bisa merah, merah tua, putih, merah jambu, kuning, atau ungu.

Tanaman peony berasal dari Tiongkok, Eropa selatan dan Amerika Utara bagian barat. Bunga peony adalah bunga negara bagian Indiana, Amerika Serikat. Jenis-jenis bunga Peony, antara lain:

•  Spesies tanaman rempah (sekitar 30 spesies):

•  Species tanaman berkayu (sekitar 10 spesies):

Selain bunganya yang indah dipandang, bagian akar Peony Tiongkok ( Paeonia lactiflora ) sering digunakan di dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk penghilang rasa sakit, penurun panas, dan pencegah infeksi.

Bunga peony merupakan salah satu bunga yang paling sering digunakan dalam bidang seni ornamen. Sejak zaman dulu, gambar-gambar bunga peony sering ditemukan pada berbagai macam keramik dan lukisan-lukisan di Tiongkok. Kota Luoyang di provinsi Henan terkenal sebagai pusat pembibitan bunga peony. Di Jepang, taman-taman dengan spesialiasi bunga peony terletak di Prefektur Shimane.

BUNGA KASTUBA

Bunga Kastuba ( Euphorbia pulcherrima ) biasa disebut juga Poinsettia pulcherrima , yang menarik dari bunga ini adalah daunnya yang mengalami perubahan bentuk dan warnanya menyerupai bunga. Tatkala masih muda, daun kastuba berwarna merah menyala, kemudian menjadi hijau setelah memasuki masa tua. Daun kastuba mengandung saponin, sulfur, lemak, amylodextrin, pati dan asam formlat. Oleh karena itu, daunnya dapat digunakan sebagai tonikum dan untuk mengobati luka. Batangnya yang mengeluarkan getah juga dipakai untuk menyembuhkan luka baru. Selain itu, kastuba juga dapat digunakan sebagai obat disentri, penyakit paru-paru (TBC), melancarkan haid, dan memperbanyak air susu ibu (ASI).

Kastuba dapat dikembangbiakkan dengan stek. Pertama-tama, dipilih cabang yang tua dengan diameter sekurang-kurangnya 1 cm. Cabang dipotong sepanjang 15 cm. Setiap potongan memiliki 3 – 4 mata tunas. Cara memotong, sebaiknya bidang potongan miring pada jarak 1 cm dari titik tumbuh teratas ataupun terbawah. Potongan stek kemudian direndam dalam larutan yang mengandung ZPT, kemudian ditanam di polybag dalam media tanah campur pasir dengan perbandingan 1 : 1. Akar akan tumbuh sekitar 10-12 minggu, setelah itu baru ditanam dalam pot-pot kecil.

Kastuba sangat membutuhkan suasana gelap agar bisa berkembang secara optimal, bisa berkisar antara 12 – 14 jam sehari (nah ini bagian tersulitnya, kalo bisa gelap gulita tanpa cahaya).

Add a comment Januari 3, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 komentar Januari 3, 2009

Halaman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Posts by Month

Posts by Category

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.